Asahan // Fakta24.Com |
bukan hanya dikenal, tapi juga “diterima” oleh sistem yang seharusnya menumpasnya. Dan satu nama yang kini jadi buah bibir masyarakat: TATA.
TATA bukan sekadar pengedar. Ia disebut-sebut sebagai otak di balik jaringan narkoba yang merambah hingga penjuru desa tetangga
Ironisnya, saat para pemakai dan pengedar kelas teri kerap jadi sasaran penangkapan, sang gembong besar ini justru seperti kebal hukum. Kebetulan? Atau ada kekuatan gelap yang bermain di balik layar?
Pantauan langsung di lapangan pada Kamis (13/09/2025) mengungkap fakta yang bikin geleng kepala.
Di area perkebunan sawit dan perkuburan cina, dan di perkampungan Aek kuasan ironis nya selalu berpindah pindah tempat,jika ada laporan masuk,apakah ini suatu kebetulan ?? Laporan demi laporan ke pada Kapolres,alih alih di tindak, narkoba di Aek loba dan Aek kuasan justru berubah menjadi “pasar bebas”. Motor-motor berjajar rapi, pembeli silih berganti, dan transaksi dilakukan tanpa rasa takut.
Bahkan, aktivitas menimbang dan memakai narkoba dilakukan terbuka, seperti tak ada hukum yang berlaku.
Laporan demi laporan sudah disampaikan warga. Dari Kapolres AKBP Afdhal Junaidi SIK MM MH hingga pergantian Kapolres baru AKBP revi nurvelani SH SIK MH,Tapi hasilnya nihil. “Yang herannya, Tata enggak pernah ditangkap,” ungkap seorang warga. Keterangan ini seakan memperkuat sinyalemen adanya pembiaran—atau lebih jauh, perlindungan terhadap pelaku utama.
Upaya konfirmasi ke kanit supangat juga berakhir tanpa jawaban. Hingga terjadi pemblokiran no WhatsApp,Sikap ini justru memperkuat kesan bahwa ada sesuatu yang tengah disembunyikan.
Lantas, sampai kapan ini dibiarkan? Jika aparat di Asahan lumpuh atau bahkan kompromi, maka sudah saatnya Kapolda Sumatera Utara turun tangan langsung.
Ini bukan lagi soal kasus narkoba biasa ini soal masa depan generasi, soal wibawa institusi kepolisian.
Masyarakat tak butuh retorika. Mereka menuntut tindakan nyata. Karena jika aparat kalah oleh TATA, maka siapa yang bisa dipercaya?
Kini, bola panas ada di tangan Kapolres Asahan. Publik bertanya, dan pertanyaan itu tak bisa terus dibiarkan menggantung: Di mana Kapolres saat Aek Loba dikuasai narkoba?
Red














