Muhammad Azri, SH: Jika Mengusung Semangat Sumpah Pemuda, Seharusnya Merangkul, Bukan Mengklaim Paling Bersatu
Tanjungbalai.Fakta24.Com
Dinamika penyatuan organisasi kepemudaan di Kota Tanjungbalai kembali menjadi sorotan. DPD KNPI Energy of Harmony Kota Tanjungbalai menegaskan bahwa persatuan pemuda tidak cukup hanya digaungkan melalui pernyataan, tetapi harus diwujudkan melalui proses rekonsiliasi yang terbuka, adil, dan melibatkan seluruh unsur organisasi kepemudaan (OKP).
Menanggapi pernyataan salah satu pihak terkait persatuan pemuda, Plt. Ketua KNPI Energy of Harmony Kota Tanjungbalai, Muhammad Azri, SH, menyampaikan bahwa pihaknya sepakat agar konflik dan perbedaan di tingkat pusat tidak terus dibawa menjadi persoalan di daerah.
Namun, menurutnya, semangat persatuan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan proses konsolidasi yang menyeluruh dan demokratis.
“Kami sepakat, jangan membawa perpecahan di tingkat pusat ke daerah. Tetapi, persatuan juga tidak bisa dibangun hanya melalui klaim aklamasi sepihak tanpa rekonsiliasi dan keterlibatan seluruh OKP secara utuh,” tegas Muhammad Azri.
Ia menilai, persoalan mendasar yang perlu dijawab adalah sejauh mana proses Musyawarah Daerah (MUSDA) telah memberikan ruang partisipasi bagi seluruh OKP yang memiliki hak dan kedudukan dalam KNPI.
Menurutnya, masih terdapat OKP yang menganggap dirinya memiliki hak dan kedudukan sah dalam KNPI, tetapi merasa belum dilibatkan dalam proses MUSDA. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius agar upaya penyatuan organisasi tidak justru memunculkan persoalan baru di kalangan pemuda.
“Kalau memang tujuannya membangun persatuan, maka semua pihak harus diberi ruang untuk duduk bersama. Jangan sampai ada OKP yang merasa ditinggalkan, sementara di sisi lain muncul klaim bahwa semuanya sudah bersatu,” ujarnya.
SUMPAH PEMUDA HARUS MENJADI SEMANGAT MERANGKUL
Muhammad Azri menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebatas slogan atau dijadikan legitimasi untuk membenarkan klaim persatuan. Nilai persatuan harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, keterbukaan, dialog, dan kesediaan menyelesaikan perbedaan secara bermartabat.
Baginya, persatuan sejati bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan menghadirkan ruang bersama agar setiap organisasi kepemudaan dapat berpartisipasi tanpa merasa dikesampingkan.
“Kalau semangatnya Sumpah Pemuda, seharusnya merangkul, bukan mengklaim paling bersatu. Persatuan itu harus dibuktikan dengan keterlibatan semua pihak, bukan sekadar pernyataan sepihak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa KNPI merupakan wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan. Karena itu, proses konsolidasi harus mengedepankan musyawarah, transparansi, serta penghormatan terhadap hak setiap OKP sesuai ketentuan organisasi yang berlaku.
PERSATUAN HARUS DIBANGUN DENGAN DIALOG, BUKAN KLAIM
KNPI Energy of Harmony Kota Tanjungbalai berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mengedepankan kedewasaan dalam berorganisasi dan tidak memperkeruh dinamika kepemudaan dengan pernyataan yang berpotensi memperlebar perbedaan.
Menurut Muhammad Azri, langkah paling tepat saat ini adalah membuka ruang dialog dan rekonsiliasi secara menyeluruh, sehingga penyatuan KNPI benar-benar memperoleh legitimasi dari proses yang demokratis dan dapat diterima oleh seluruh unsur yang berkepentingan.
“Jangan sampai atas nama persatuan, justru ada pihak yang merasa tidak dianggap. KNPI harus menjadi rumah bersama bagi pemuda, bukan ruang yang membuat sebagian OKP merasa tersisih,” tutupnya.
Bagi KNPI Energy of Harmony Kota Tanjungbalai, persatuan bukan sekadar siapa yang paling lantang menyatakan telah bersatu, melainkan siapa yang benar-benar bersedia merangkul semua pihak demi masa depan pemuda.(sm)













