LANGKAT // fakta24.Com|
Polemik razia alat berat oleh Unit Tipidter Polres Langkat belum selesai. Justru keterangan dari internal kepolisian membuka pertanyaan baru.
Dalam konfirmasi WhatsApp, Kanit Tipidter polres Langkat Ipda Chevaz Noya membenarkan operator dan alat berat dibawa untuk pemeriksaan, namun kemudian menyatakan BBM yang digunakan adalah Dexlite atau non-subsidi, dan operator akhirnya dipulangkan.
Lantas pertanyaannya:
Kalau BBM-nya non-subsidi, apa dasar operator dibawa ke Reskrim?
Mengapa jenis BBM tidak dipastikan lebih dulu di TKP?
Apa sebenarnya pelanggaran yang ditemukan?
Dan kalau tidak ada pelanggaran, mengapa sampai operator harus dibawa?
Pertanyaan tersebut sudah disampaikan langsung kepada Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan. S.E. S.I.K., termasuk permintaan agar dugaan praktik “tangkap lepas” yang disebut dalam konfirmasi ikut diperiksa.
Namun hingga konfirmasi tersebut disampaikan, Kapolres belum memberikan tanggapan.
Padahal persoalannya sudah menjadi konsumsi publik dan sebelumnya juga diberitakan sejumlah media terkait dugaan permintaan uang dalam penanganan operator alat berat.
Pak Kapolres, publik tidak meminta siapa pun dihukum tanpa bukti. Publik hanya meminta penjelasan.
Kalau prosedurnya benar buka dan jelaskan.
Kalau tudingannya salah bantah dan tunjukkan faktanya.
Kalau ada pelanggaran anggota periksa dan tindak.
Jangan sampai kewenangan penegakan hukum menghasilkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
**Kapolres Langkat, pertanyaan ini sudah sampai ke WhatsApp Anda. Kini publik menunggu jawabannya.**













